Aplikasi Jual Beli Online Buatan Penjual Bakso Tahu

Rio Chandika

jawaraya aplikasi jual beli online karya pemuda desa

Sarjono (33), pemuda di Desa Gerduren, Kecamatan Purwojati, Kabupaten Banyumas ini bukanlah tercipta dari keluarga sanggup. Ia cuman seorang penjual tahu bakso keliling alumnus Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang tidak bisa meneruskan sekolahnya karena kebatasan ekonomi keluarga.

Baca Juga:6 Aplikasi Pinjaman Online Terbaik OJK

Aplikasi Jual Beli Online Buatan Penjual Bakso Tahu

Pergi dari kesusahan yang kerap dirasakannya sejak kecil, Sarjono yang mempunyai kebatasan pengajaran ini rupanya selalu coba mengangsu pengetahuan dari rekan -temannya yang mempunyai pengalaman lebih. Sampai pada akhirnya, ia sanggup membuat sebuah aplikasi e-Commerce sendiri lewat rumus-rumus coding.

“Pengajaran saya formalnya SMP saja, saya belajar coding itu dari rekan saya orang Jawa Barat, simak liat saja awalannya, itu otodidak. Karena saya bukan alumnus sekolah IT, cuman diberikan saja sama rekan saya, mas Yudi namanya,” kata Sarjono dan biasa diundang Jono saat terlibat perbincangan dengan detikcom beberapa lalu di tempat rekreasi Desa Gerduren.

Baca Juga: Aplikasi Trading Saham Stockbit dirilis, Buka rekening, Transaksi Saham, dan Pengelolaan Dana 100% Online!

Jono bercerita liku-liku hidupnya sampai sanggup membuat suatu aplikasi e-Commerce sendiri sesudah dianya selalu dipandang tidak sanggup oleh warga sekitaran hanya karena alumnus SMP. Saat sebelum jualan tahu bakso, Jono sebagai sales jajan es keliling ke minimarket yang berada di Banyumas.

Bahkan juga, orang tuanya yang cuman pekerja tani sudah membuat semangatnya untuk bangun dari semua kesusahan. Ia mulai belajar triknya berdagang dengan ambil produk orang dan ia jual kembali dengan berkeliling-keliling memakai sepeda motornya.

“Karena saya terpicu dari perkataan orang, sakit hati sich tidak ya, mengapa saya semangat, saya usaha, itu karena alumnus saya cuman SMP, tidak mungkinlah dapat apa apa, tidak seperti orang yang lulusannya tinggi, yang jelas sudah terjaga periode depannya. Dari sana saya terpicu, saya ingin benar bener sukses,” ceritanya.

Baca Juga: Jangan Tertipu! Ini Dia 3 Aplikasi Penghasil Uang 2021 yang Terbukti Membayar

“Karena itu saya belajar, karena belajar saya bukan sekolah tinggi, karena orangtua saya cuman pekerja tani dan tidak punyai apa apa, saya lahir dari keluarga yang simpel dan susah. Dari sana saya punyai rekan yang punyai kekuatan apa saja, dari situlah menjadi tempat saya untuk mengangsu pengetahuan,” terangnya.

Saat jualan itu, banyak juga warga yang seakan-akan menyepelakannya, ditambahkan perubahan jaman yang makin kekinian karena ada pasar jual-beli online. Dianya makin terpojok, karena untuk memakai aplikasi WhatsApp dan sosial media saja dianya akui tidak dapat.

“Jadi saat nyales dagang kelilingan, terkadang beberapa orang sukai ngomong ‘ah di online saja banyak, beli ke online aja’. Tetapi saat itu kan saya kebingungan online, saya tidak dapat untuk apa apa, belum tahu apa apa yang bernama online. Gunakan WA saja masih belajar, tetapi Alhamdulillah sesudah saya usaha belajar belajar, Alhamdulillah dapat, apa lagi saya punyai rekan seorang programmer, jadi saya belajar dengannya,” katanya.

Semua itu jadi pecutan keras untuk Jono, tanpa patah semangat, Jono pada akhirnya putuskan membuat aplikasi e-commerce sendiri dengan kekuatan code kode pemrograman sampai membuat penampilan dan beberapa menu aplikasi yang ia bisa dari temannya itu yang mempunyai latar belakang seorang programmer IT. Tetapi beragam masalah dirasakannya, dimulai dari tidak ada modal sampai server yang menumpang.

“Pada akhirnya saya coba membuat aplikasi, sebetulnya jika aplikasi kan perlu server individu, tetapi itu benar-benar mahal sekali, saya bertanya rekan saya, jika kita belum mempunyai server sendiri karena belum mempunyai modal. Pada akhirnya menumpang server start up, jadi saya cuman konsentrasi codingnya saja sekalian diajarin,” katanya.

Sekalian jualan tahu bakso keliling di siang harinya dengan masih tetap mengaplikasikan prosedur kesehatan yang ketat di periode wabah virus Corona atau COVID-19 dan untuk penyukupan kebutuhan keluarganya, Jono manfaatkan saat malam untuk membuat aplikasi e-commerce itu semenjak 2018 kemarin. Tetapi kembali lagi masalah modal jadi kesusahannya membuat aplikasi itu.

Baca Juga: 250 Ribu untuk Anda! Install Aplikasi VidNow dan Terima Uang Sekarang!

Tiap pagi, ia yang sekarang cuman jualan tahu bakso mempunyai pendapatan cuman Rp 40 ribu sampai Rp 50 ribu, itu juga bila dagangan yang ia mengambil dari temannya laku. Sehari-harinya ia bawa sekitaran 100 pack tahu bakso yang dijualnya pada harga Rp 5 ribu, hasil dari berjualannya itu, dianya memperoleh keuntungan Rp 500 rupiah per pack.

“Ini betul-betul mengagumkan perjuangannya, walau terkadang banyak masalahnya, satu diantaranya contoh kita perlu modal untuk bayar ini itu, dari tahun 2018 sampai saat ini baru ingin rilis,” sebut bapak dua anak ini.

Ia menerangkan bila aplikasi jual-beli online, e-commerce yang ia bangun kemungkinan tidak seperti e-commerce secara umum yang telah besar. Karena ia usaha membuatnya dari bawah, meskipun mekanismenya sama, tetapi ada banyak ketidaksamaan sedikit.

Tetapi semua feature sudah ditingkatkan, terhitung pembayaran bank sebagai pihak ke-3 , feature investasi, feature bayar tagihan, membeli pulsa, bahkan juga bayar e-toll dan sebagainya. Bahkan juga aplikasi ini juga dapat diunduh di Play Store bernama ‘Jawaraya’ jual-beli online. [button color=”red” size=”small” link=”https://play.google.com/store/apps/details?id=com.myJAWARAYA.JAWARAYA&hl=in” icon=”” target=”false”]DOWNLOAD[/button]

Baca Juga

Bagikan:

Share

Tags