Paidi, Pemulung yang Jadi Miliarder Berkat Porang

Paidi, Pemulung yang Jadi Miliarder Berkat Porang

Kedengarannya seperti cerita film, tapi cerita Paidi itu nyata. Apa yang dia lakukan untuk menjadi miliarder?

Takdir ada di tangan Tuhan, tetapi nasib ada di tangan manusia – dan seperti yang dirasakan pria ini di desa Kepel, Madiun, ini benar.

Dulu ia harus bekerja keras sebagai pemulung, namun kini Paidi menjadi pengusaha sukses berkat ketekunan dan kesabarannya.

Paidi Dulu Sering bangkrut

Paidi hanyalah seorang pemulung. Ia juga mencoba bekerja sebagai mekanik di Bali, namun harus kembali ke kampung halamannya untuk menemani ayahnya yang sakit saat itu.

Setelah itu, ia beralih profesi menjadi buruh bangunan. Tidak hanya bekerja, ia menjadi penjual tahu keliling dan mencoba berbisnis dengan menjual ayam, namun kedua usaha tersebut bangkrut.

Paidi sendiri merupakan lulusan STM dengan dibiayai oleh panti asuhan karena orang tuanya tidak mampu membayar uang sekolah.

Setelah lulus, Ia melanjutkan belajar sendiri melalui internet dan buku.

Namun, karena sudah kehabisan uang untuk usaha lagi, terpaksa menjadi pemulung untuk mencari nafkah.

Paidi Berkenalan dengan Porang

Suatu hari, Paidi bertemu dengan seorang teman panti asuhan dan bercerita tentang budidaya porang.

Pertemuan itu membuat minat Paidi bergairah dan dia mulai mencari informasi tentang porang di berbagai artikel di Internet. Setelah mengetahui kelebihannya, ia menemukan peluang untuk berbisnis  porang.

Ia melihat bahwa kebutuhan akan produk ini sangat tinggi. Lalu ia mencari porang yang tumbuh secara alami di hutan,”

Awalnya, pada 2016, Paidi mencari porang di hutan dan akhirnya membudidayakanya sendiri.

BACA JUGA:  Buruan Cek! 8 Kementrian dan Lembaga Ini Sudah Mengumumkan Lowongan CPNS 2021

Pria berumur 40-an itu belajar menanam porang secara bertahap dan efektif, karena cara tradisional hanya bisa memanen porang setiap tiga tahun sekali.

Ia juga melakukan riset melalui internet untuk menambah pengetahuan tentang budidaya porang di lahan pertanian terbuka dan menamakannya sebagai revolusi tanam baru porang.

Dengan cara ini, porang bisa dipanen dalam waktu 6 bulan hingga 2 tahun, dengan hasil hingga 10 kali lipat.

Saat ini, porangnya diekspor ke luar negeri. Paidi bisa menghasilkan ratusan juta rupiah per minggu.

Paidi, Petani Porang yang Sukses dan Dermawan

Sejak 2019, nama Paidi mulai populer. Kisahnya dimuat di beberapa artikel dan diundang ke banyak acara TV, termasuk “Hitam Putih”.

Kerja keras Paidi berbuah manis. Sekarang dia bisa mendapatkan rumah yang bagus dan status seorang miliarder.

Meski kini dapat hidup mewah, tapi Paidi tidak sombong. Paidi adalah orang yang dermawan baik soal harta ataupun ilmu.

Dia diketahui kerap berbagi ilmu dan memberi modal masyarakat desa, bahkan dia sudah memberangkatkan beberapa petani untuk umrah.

Paidi memiliki cita-cita mulia, Ia ingin memberangkatkan seluruh warga desanya untuk umroh!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *